Budak Sekolah Beromen Target Work -

Ketegangan muncul ketika seorang guru membandingkan proyek mereka dengan tim lain. "Kalau gagal, tidak hanya reputasi kalian, tapi juga peluang peserta hilang," ujar guru itu menekan. Ikmal merasa beban; Laila menatapnya lalu memegang tangannya sebentar — bukan canggung, hanya penguat.

Sekolah menugaskan mereka memimpin project "Pekerjaan untuk Masa Depan": program pelatihan keterampilan untuk anak-anak kelas bawah. Ikmal, murid jurusan komputer, bertanggung jawab pada modul digital; Laila, dari jurusan tata usaha, mengurus jejaring dan komunikasi. Mereka berdua berbeda cara, tapi saling melengkapi. budak sekolah beromen target work

Mereka menghadapi rintangan: sponsor mundur, daftar peserta tak mencapai kuota, dan beberapa relawan kehilangan motivasi. Ikmal mulai ragu akan kemampuannya. Laila mengajaknya meninjau fokus mereka. "Target bukan angka di papan," katanya. "Target adalah siapa yang kita bantu." Kata-kata itu mengubah strategi: mereka mengubah sesi besar jadi workshop kecil, menjemput peserta ke pabrik lokal untuk demo langsung, dan melatih relawan dengan role-play. "Target bukan angka di papan

Back to top